Rabu, 23 Juli 2008

Ilmu dan Waktu

Photobucket
Tidak terasa olehku, waktu demi waktu berlalu tidak terasa bahwa diri ini telah merasakan nikmatnya islam dan iman yang hakiki sedari 20 tahun yang lalu, yaitu sejak pertama kali menyadari bahwa untuk mengerti dan memahami diinul islam itu tidak hanya dari al-Qur'an saja. Ternyata ada kitab-kitab tuntunan lain berupa hadits-hadits besar semacam kutubusittah (kitab yang enam) yakni kumpulan hadits-hadits Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wassalaam yang tersusun dalam Shohih Bukhori, Shohih Muslim, Shohih Tirmidzi, Sunan Abu Dawud, Sunan Nasa'i, dan Sunan Ibnu Majah. Mengapa untuk mendapatkan ilmu perlu al-Hadits/as-Sunnah? mengapa al-Qur'an saja tidak cukup?.

Perhatikan dalil ini: "al-'ilmu tsalaatsatun wamaa siwa dzaalika fa-huwa fadhlun; aayatun muhkamatun aw sunnatun qoimatun, aw faridhotun 'aadilatun". ilmu itu ada tiga, dan apapun selain tiga itu merupakan kelebihan (semisal bakat dan keahlian duniawi), ke-tiga hal itu adalah: ayat yang menghukumi (al-Qur'an), sunnah yang tegak (as-Sunnah), dan ilmu waris yang adil.

Dan dalil ini: "ambillah ilmu sebelum hilang!". Berkata sahabat: bagaimana ilmu bisa hilang, wahai Nabinya Allah”, sedangkan dikalangan kita ada Kitabullah (al-Qur'an).”, maka Nabi marah yang mana Allah belum pernah membuat Nabi marah seperti itu. Kemudian Nabi bersabda:”celakalah kalian!, bukankan Taurat dan Injil itu masih ada di kalangan Bani Isroil, kemudian keduanya (Taurot dan Injil) tidak dapat mencukupi mereka sedikitpun, “sesungguhnya hilangnya ilmu adalah hilangnya pembawanya/ulama-nya/isnad. Sesungguhnya hilangnya ilmu adalah hilangnya pembawanya/ulama-nya/isnad”. HR. ad-Daromi.

Ribuan hadits-hadits Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wassalaam yang di susun oleh imam-imam hadits terkemuka tadi merupakan gambaran betapa ilmu Allah yang ada di dalam al-Qur'an dijabarkan oleh al-Hadits; yang merupakan kelakuan Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wassalaam dan para khulafaur-rosyidin dalam melaksanakan perintah Allah yang ada di dalam al-Qur'an.

Ah, ternyata masih banyak PR yang mesti dikerjakan, masih banyak ilmu yang belum digali.

Entahlah, namun yang jelas sampai saat ini diriku masih selalu berpikir, mengapa selama rentang 20 tahun ini tidak ada satupun dari kitab yang enam tadi, yang telah sukses dirampungkan makna dan keterangannya? Wallohu a'lam. Sebenarnya hati ini merasa malu, malu bahwa ternyata diri ini masih teramat cinta dunia sehingga melupakan yang wajib dicari. Jelaslah bahwa yang lebih terlihat di dalam diri ini mungkin malahan hal-hal selain 'tiga yang wajib' tadi. Masya Allah, mudah-mudahan diri ini masih Engkau beri waktu untuk melangkah dengan hati yang pasti, diberi kekuatan mental dan fisik, diberikan waktu yang cukup. Semudah itu? belum tentu. Banyak rintangan yang terbentang di depan mata. Bisa jadi teknologi, maisyah, atau hal-hal lain yang mungkin menyita waktu seperti laghwun (lahan-lahan), yakni perbuatan yang sia-sia. Ya, meski demikian diriku insya Allah akan terus berusaha, terus maju pantang mundur dalam mencari ilmu. Mudah-mudahan diri ini bisa menjadi orang iman yang hakiki, seperti para pejuang agama yang tidak mudah terpengaruh oleh cercaan orang lain yang membenci, lingkungan, keluarga, maupun diri sendiri untuk mencapai derajat surga tertinggi, al-Firdaus, yang diwariskan kepada para Nabi, syuhada, dan orang-orang yang berahklaqul-karimah.

Amiin, ya dzal-jalaali wal ikrom.

Tidak ada komentar: