Senin, 21 Juli 2008

Bandingkan!

Photobucket
(courtesy of doganswer.com)

Ternyata yang namanya manusia itu lemah. Masih belum percaya?

Manusia vs Bebek
Bandingkan dengan bebek. Bebek sekali bertelur mungkin lebih dari 5 telur. Biasanya semuanya menetas. Setelah menetas, langsung lari-lari. Setelah lari-lari, langsung berenang di empang.

Manusia vs Orangutan
Mampu lompat-lompat jauh diatas ranting pohon? Mampu bergantungan tangan lama seperti orangutan?

Manusia vs Semut
Konon seekor semut mampu mengangkat beban yang beratnya 5 kali berat dirinya, bahkan lebih. Mampukah seorang anak manusia melakukan hal tersebut?

Manusia vs Nyamuk
Menurut penelitian yang saya lihat di televisi, ternyata musuh nomor satu manusia adalah nyamuk. Masa iya manusia bisa kalah sama makhluk kecil ini? Ya, bisa saja. Nyatanya saya pun pernah menginap seminggu di rumah sakit gara-gara nyamuk, hehehe...

Manusia vs Harimau
Apalagi ini. Nggak janji dehh..!!

Nah, mestinya mulai berpikir kan, kenapa manusia yang lahirnya saja bikin repot banyak orang, setelah lahir termehek-mehek, lha kok setelah dewasa jadi sombong? sangat tidak pantas. Manusia itu lemah, dan terlahir penuh dengan beban. Banyak ayat-ayat suci al-Qur'an yang menerangkan seperti apa seharusnya perbuatan manusia di muka bumi. Surat at-Tahrim, Allah memerintahkan manusia untuk menyelamatkan diri dan keluarganya dari api neraka. Surat an-Nisaa ayat 13 dan 14, menyaratkan manusia mesti taat dan tidak boleh melanggar aturan main Tuhannya di dunia. Dan masih masih banyak lagi ayat-ayat serupa yang mewajibkan manusia untuk beribadah kepadaNya di dunia. Makhluk lemah seperti kita ini seharusnya semakin lama semakin sadar bahwa semakin lama berada di dunia, nilai-nilai keduniawian semakin ditinggalkan. Ya, yakinlah bahwa secara fisik manusia kalah dengan binatang, namun jangan khawatir, Allah menciptakan manusia disertai dengan otak yang cerdas, mengalahkan para binatang di muka bumi. Maka tidak salah bila manusia mulai berpikir dengan motto hidupnya Umar bin Khatab, seorang sahabat Rosululloh shollallohu 'alaihi wassalaam, yang tertera di cincinnya: "cukuplah kematian sebagai pengingat". Nah, sudah sampai dimana posisi kita saat ini? Manusia bagai mengantri di lorong yang gelap, tidak tahu siapa di depan, tidak tahu siapa di belakangnya. Wallahu a'lam.

1 komentar:

Is'mail mengatakan...

woke, keep posting !