Minggu, 21 Desember 2008

MIND POWER

Bila kita telusuri kisah perjuangan as Syeikh Nurhasan Ubaidah rahimahullahu ta’ala, banyak sekali cerita yang menggambarkan beliau sebagai sosok ulama pejuang Qur’an dan Hadits pada zamannya. Namun tak jarang pula kita temui cerita dimana beliau sendiri sering berhadapan dengan orang-orang yang memiliki ilmu kanuragan, kebatinan atau ilmu hitam yang disertai dengan cerita-cerita yang tidak masul akal. Hal ini memunculkan pertanyaan, apakah benar seorang ulama sekelas Syeikh Nurhasan Ubaidah menggunakan ilmu kanuragan (ilmu hitam) yang syirik dalam beramar ma’ruf nahyil munkar?.

Di awal tahun 90-an dulu sempat tersebar kabar bahwa ada orang yang mengaku diberi ilmu kanuragan (tenaga dalam) langsung oleh beliau. Namun hal itu dibantah mentah-mentah oleh Syeikh Abdul Dhohir rahimahullah bahwa Syeikh Nurhasan Ubaidah rahimahullah sedari dulu hanya memberi (memanqulkan) doa saja kepada orang-orang yang sedang atau ingin berjuang di jalan Alloh. Hanya memberi doa, bukan memberi ilmu kanuragan (ilmu hitam), dan tetap menomorsatukan doa dan niat mukhlis lillah karena Alloh. Soal apakah doa mereka maqbul (terkabul) atau tidak, tentunya berbalik kembali kepada individu masing-masing.

Sebenarnya, mengenai kejadian-kejadian diluar akal manusia itu sudah ada sejak jaman kenabian. Tidak hanya terjadi pada zaman ini saja. Perhatikan kisah manusia-manusia non para Nabi sebagai berikut:

1. Asob bin Barqiyah
Suatu ketika Nabi Sulaiman ‘alaihissalaam pernah meminta orang-orang terdekatnya untuk membantu memindahkan singgasana (istana) Ratu Bilqis yang terletak jauh di Negeri Saba (Yaman) untuk dipindahkan tepat disebelah singgasana yan ia miliki di Palestina. Ketika permintaan itu terasa berat, menghadaplah jin Ifrit, salah satu pembantunya, untuk memberikan bantuan sukarela kepada Nabi Sulaiman ‘alaihissalaam. Ia mengaku mampu memindahkan singgasana Bilqis hanya sebatas hitungan sebelum Nabi Sulaiman ‘alaihissalaam berdiri dari kursinya. Menurut akal manusia hal itu sudah sangat cepat. Namun kembali menghadap kepada Nabi Sulaiman ‘alaihissalaam, seorang yang bernama Asob bin Barqiyah turut serta ingin memberi bantuan kepadanya untuk memindahkan singgasana Bilqis, namun kali ini sebatas hitungan kedipan mata Nabi Sulaiman ‘alaihissalaam. Bahkan waktunya lebih daripada batas waktu yang diberikan oleh jin Ifrit. Nah, dari sedikit kisah metafisik itu sudah jelas bahwa ilmu Alloh Ta’ala jauh lebih unggul daripada ilmu yang dimiliki oleh para setan dan jin, dan jelas sekali disana bahwa Asob bin Barqiyah sendiri tidak minta bantuan kepada golongan jin, sebab jin yang paling sakti mandraguna pada saat itu pun mampu ia kalahkan. Toh memang karena ia adalah ahli doa dan yakin atas doanya kepada Alloh Ta’ala. Jika Asob bin Barqiyah menggunakan ilmu kanuragan, niscahya ia akan meminta tolong kepada setan / jin yang paling hebat, padahal saat itu jin Ifrit yang paling hebat pun sedang sama-sama menghadap Nabi Sulaiman ‘alaihissalaam.

2. Tiga Manusia Dalam Gua
Masih segar diingatan kita mengenai kisah 3 orang yang terjebak batu besar dimulut gua yang mereka masuki untuk berlindung dari hujan. Secara normal ketiga orang tersebut pasti akan mati karena mulut gua tempat mereka berlindung tertutup oleh batu yang sangat besar. Secara akal sehat, mereka bertiga tidak akan mampu menggeser apalagi memindahkan batu besar itu. Namun mereka tidak menyerah begitu saja pada nasib. Mereka segera memohon kepada Alloh Ta’ala dengan dibarengi amal-amal sholih yang pernah mereka kerjakan dengan niat tulus niat karena Alloh. Akhirnya batu besar itu bergeser sedikit demi sedikit, dan mereka pun selamat. Sekali lagi, hal yang tidak mungkin ini, sudah pasti diluar pertolongan setan dan jin.

3. Abu Hurairah dan Setan
Ketika pada saat Abu Hurairah ditugaskan oleh Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam untuk menjaga barang-barang sabilillah (zakat), ia pun bisa dengan mudahnya menangkap setan yang mencuri apa yang ia sedang jaga. Kejadian ini berturut turut dalam kurun waktu 3 hari. Menangkap setan pun tidak ia lakukan karena ia memiliki ilmu kanuragan (ilmu hitam) atau karena ia bersekutu dengan setan, namun tentunya itulah kefadholan yang bisa ia lakukan atas prestasinya dalam menuntut ilmu kepada Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam sampai akhir hayatnya.

Belum lagi kisahnya Ali bin Abi Thalib, Anas bin Malik, dan lain-lain. Kisah-kisah hebat dan heroik seperti itu jika mau kita telusuri tentu akan lebih banyak lagi kita dapatkan dari hadits-hadits yang masyur. Dan jangan heran apabila di zaman modern ini Alloh Ta’ala masih memberikan keutamaanNya kepada manusia-manusia sholih yang Ia kehendaki atas prestasi perjuangannya dalam menegakkan al Haq (kebenaran) di muka bumi ini.

Jadi, buat apa meminta-minta sesuatu kepada Jin / Setan, padahal mereka pun makhluk Alloh Ta’ala yang tugasnya sama dengan manusia di muka bumi ini:

wa maa kholaqtul jinna wal insa illa liya’buduun

Dan tidak Ku-ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu. QS. Dzaariyat 56

wa qola robbukum, ud’uuni astajib lakum

Dan berfirman Tuhan kamu sekalian, memohonlah kepadaKu, akan Ku-kabulkan kamu sekalian!. QS. Ghofir 60

innalloha qola: ana ‘indaz-zhonni ‘abdi biy, fa in zhonna biy khoiron falahu, fa in zhonna biy syarron falahu

Sesungguhnya Alloh Ta’ala berfirman: Aku beserta persangkaan hambaKu, maka jika persangkaan terhadapKu baik, maka baginya kebaikan, maka jika persangkaan terhadapKu jelek, maka baginya kejelekan.

Nah sekarang, bagaimanakah persangkaan dan pemikiran kita terhadapNya? sebab dari segala pelik hidup di bumi ini tak lebih dari soal kemana kita akan membawa persangkaan dan pemikiran kita. Disanalah segala macam pertolonganNya terpaut dengan persangkaan dan pemikiran kita pula.

2 komentar:

Umi Rina mengatakan...

Setuju Bos....!!!
Jazakallohu khoiro Om Keating...:)

Teguh Prayogo mengatakan...

A~miin. Semoga manfaat dan barokah Umi Rina :)