Kamis, 05 Februari 2009

Pekan Kematian

Serem judulnya?. Hmm, begini... ceritanya sejak 31 Januari 2009 sampai sekarang tulisan ini dibuat, 05 Februari 2009, ada beberapa informasi berita kematian yang sampai pada saya secara berurutan hampir setiap hari. Entah kebetulan atau tidak, yang jelas ini peringatan bagi kita semua bahwa mati datang tak terencana, dan tidak selalu dengan cara yang kita inginkan.

31 Jan '09: KH. Sujantoyo, kyai dari Jambi, wafat, via e-mail
31 Jan '09: ibunda dari temanku Yanti, wafat, via sms
02 Feb '09: KH. Syakar, pengurus ponpes Karawang, wafat, via e-mail
03 Feb '09: KH. Sayid, kyai dari Klaten, wafat, via e-mail
04 Feb '09: Sdri. Febri, mubalighot Sr. Kalibata, wafat, via YM
05 Feb '09: KH. Zainal (wista), wafat, via e-mail

Berita-berita duka yang membuat saya takjub karena beruntun ini semakin mengingatkan saya akan nasehat salah satu ulama kami tentang kematian. Konon beliau pernah menerangkan bahwa manusia itu pasti mati, dan mengibaratkan seperti "mengantri dalam kegelapan". Tidak tahu siapa di depan dan di belakang kita. Siapa 'diambil' duluan, siapa 'diambil' belakangan.

Urusan satu ini (baca: kematian) adalah hak prerogratif Allah Ta'ala. Sesuai yang termaktub dalam Al Qur'an: "kullu nafsin dzaa-iqotul maut", "tiap-tiap diri (yang bernyawa) pasti merasakan kematian". Ini bukan menakut-nakuti, hanya sekedar perkeling atau mengingatkan bahwa ternyata kita, manusia, jika telah tiba saatnya mati, tidak ada yang mampu mencegahnya.

Namun kenyataannya ironis, bahwa manusia itu memang egois terhadap Tuhannya sendiri. Mereka ingat kepadaNya secara intensif sewaktu tertimpa kemalangan, sewaktu tertimpa musibah. Bukan hanya Anda, tapi terkadang diri ini pun demikian. Astaghfirullah...

Maka dari itu, terkadang manusia mesti selalu diingatkan akan siapa dirinya dan mengapa tiba-tiba ia hidup di dunia. Diingatkan oleh siapa saja, oleh kondisi yang ada, orang lain, bahkan dirinya sendiri. "wa dzakkir fainna dzikkra tan-fa'ul mu'miniina", "dan saling mengingatkanlah (hai Muhammad!), sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman". Ya, peringatan/nasehat itu HANYA bermanfaat bagi orang-orang yang beriman saja. Ini menurut FirmanNya dalam Al Qur'an, bukan menurut saya!.

Ini nyata kawan! kita pasti mati! tapi bukan kematian yang jadi masalah, justru hidup ini sebenarnya yang jadi masalah. Karena sabda Nabiyullah saw: "ad-dunyaa mazro'atu lil aakhiroh", "dunia itu tempat menanam untuk di akhirat". Sekarang, apa yang telah kita tanam untuk dipetik nanti di akhirat? kebajikan? amal jariyah?. Bersyukurlah jika Anda telah banyak melakukan amal sholih bagi diri dan orang lain dengan niat mukhlish lillahi ta'alaa. Sebarkanlah kebaikan-kebaikan, bukan prasangka-prasangka buruk (prejudice).

Mudah-mudahan sekelumit berita-berita kematian ini semakin memperkuat keimanan kita kepadaNya dan semakin membuat kita tawaddhu' untuk terus beribadah kepadaNya sekuat dan sesuai kemampuan kita. Sebab sampai berapa lama lagi waktu kita yang tersisa? Wallohu A'lam...

Mohon maaf bila ada kesalahan pengutipan dalil dan nama-nama diatas. Billahi taufiq wal hidaayah. Wassalaamu a'alaikum!

image courtesy of challenge-mag.com

5 komentar:

farahikha mengatakan...

ajkk dah mampir, kalo boleh tukeran link yuk. sepertinya kita pernah ketemu ya waktu nikahan ms Dawud n Dinna dibandung. Salam kenal jg, tulisannya bagus, semoga tambah manfaat & barokah.

Teguh Prayogo mengatakan...

oya? hmm... mungkin saya sedang fokus ke hidangan kali yaaa, hehehe...

Umi Rina mengatakan...

"manusia cerdas adalah manusia yang selalu meneliti dirinya dan apa-apa setelah kematian.... "

dawud abd mengatakan...

Ingat mati ingat Kawin..! Maka segeralah menikah bagi orang2 yang belum menikah ;-)

ferimalwa mengatakan...

memang mati itu misteri, itulah kenapa kita harus siap mati hari ini...serem juga ya pesannya. nice article. :)