Rabu, 14 September 2011

49 Mukharrij Hadits

Sering mendengar istilah "isnad 49 Hadits"? Namun belum diketahui secara pasti apakah itu 49 jenis kitab hadits, atau-kah 49 ulama Mukharrijul Hadits?

Meski bisa salah, bisa juga benar, Namun ada 2 (dua) pendekatan yang saya kedepankan mengenai hal ini.

Bila "isnad 49 Hadits" ini didasarkan pada jumlah kitab hadits yang beredar luas saat ini, agak sulit menemukan ujung permasalahan-nya. Belum lagi jika ditambah dengan kitab-kitab hadits sekunder, dimana kitab hadits jenis ini adalah hadits-hadits yang memperkuat dan memerinci kitab hadits utama yang dikeluarkan oleh pentakhrij/mukharrijul hadits. Kitab-kitab hadits sekunder contoh-nya adalah kitab-kitab syarah hadits besar yang sering kita temui. Atau semisal kitab himpunan hadits-hadits yang disusun oleh Imam Nawawi yang dikenal dengan istilah "Kitaab Arba'in". Dan lain-lain.

Saya pribadi lebih cenderung menilai bahwa yang dimaksud "isnad 49 Hadits" adalah jumlah dari para ulama Mukharrijul Hadits (pentakhrij hadits). Karena kebetulan sekali sepengetahuan saya, jumlah Mukharrijul Hadits ada sekitar 49 orang jika mulai dihitung sejak era Tabi'in (pengikut para sahabat Nabi shollallohu 'alaihi wasallam).

Siapa sajakah mereka? cekidot gan:

1. Said al-Musayyib
2. Urwah bin Zubair
3. Ali bin Husain Zainal Abidin
4. Muhammad bin al-Hanafiyyah
5. Ubidullah bin Abdillah bin Utbah bin Mas’ud
6. Salim bin Abdillah bin Umar
7. al-Qosim bin Muhammad bin Abi Bakar ash-Shiddiq
8. al-Hasan al-Bashri
9. Muhammad bin Sirin
10. Umar bin Abdil Aziz
11. Muhammad Syihab az-Zuhri
12. Malik bin Anas
13. Al-Auza’i
14. Sufyan bin Said ats-Tsauri
15. Sufyan bin Uyainah
16. Ismail bin Aliyah
17. al-Laits bin Sa’ad
18. Abu Hanifah Nu’man bin Tasbit
19. Abdullah bin Mubarak
20. Waki’ bin al-Jarrah
21. Muhammad bin Idris asy-Syafi’i
22. Abdurrahman bin Mahdi
23. Yahya bin Sa’id al-Qahthan
24. Affan bin Muslim
25. Ahmad bin Hanbal
26. Yahya bin Ma’in
27. Ali bin Al-Madini
28. Muhammad bin Isma’il al-Bukhari
29. Muslim bin Hajjaj
30. Abu Hatim ar-Razi
31. Abu Zur’ah ar-Razi
32. Abu Dawud as-Sijistani
33. at-Turmudzi
34. an-Nasa’i
35. Ibnu Jarir
36. Ibnu Khuzaimah
37. ad-Daruquthni
38. ath-Thohawi
39. al-Ajurri
40. Ibnu Baththah
41. Ibnu Abi Zamanain
42. al-Hakim an-Naisaburi
43. al-Lalika’i
44. al-Baihaqi
45. Ibnu Abdil Barr
46. al-Khathib al-Baghdadi
47. al-Baghowi
48. Ibnu Qudamah
49. Said bin Manshur

Maka penilaian saya pribadi, jika ada seorang ulama yang memiliki jalur ilmu (isnad) kepada para ulama diatas, bisa dikatakan ia ditakdirkan menjadi salah satu ulama yang benar-benar ulama, alias warotsatul-anbiya (pewaris ilmu Nabi). Mengingat Rosul saw sendiri mewariskan ilmu secara maushul (bersambung) kepada pengikut-nya, dan tidak sekalipun Beliau mewariskan kitab-kitab untuk dipelajari.

Wallohu A'lam.

Tidak ada komentar: